PENINJAUAN KE LOKASI JOHAR DAN GUNUNG BRINTIK

3 Aug

PENINJAUAN KE LOKASI JOHAR DAN GUNUNG BRINTIK

 

Sesuai dengan komitmen bersama antar PERGERAKAN yang ada di Semarang untuk saling berjejaring dan bergerak dalam kebersamaan yang di fasilitasi oelh Yayasan Berkat Bagi Kota (YBBK), maka dibuatlah rencana kegiatan untuk pembinaan warga yang tinggal Gunung Brintik dan Pasar Johar. Pembinaan yang akan dibuat pada bulan september 2018 ini lebih kearah membangun Mental, Value dan Kerohanian.

Maka sesudah pertemuan beberapa waktu lalu, hari ini pada tanggal 3 agustus, team yang terdiri dari perwakilan dari antar Pergerakan, semisal ibu Kumala dan ibu Swan dari WB (wanita Bijak), Bp Eko sebagai Pembina YBBK, Bp Bobby dari CMNI atau Pria Sejati dan Bp Samuel serta Bp Alwys dari YEI,  turun ke Lokasi untuk melihat langsung kondisi masyarakat setempat.

Anak-anak Johar yang di bina oleh Yayasan Emas Indonesia
Kondisi Kawasan Pasar Johar

Di kawasan bekas pasar Johar yang sempat terbakar beberapa waktu yang lalu, tampak beberapa tempat tinggal warga yang hanya terdiri dari triplek yang pasang seadanya menempel di dinding-dinding bangunan. Ada sembilan keluarga plus anak-anak mereka yang tinggal disitu.

Pada waktu dikunjungi terlihat kegiatan pendampingan anak-anak yang dilakukan oleh Yayasan Emas Indonesia yang dikomandoi oleh Bu Endri sementara berlangsung. Memang tiap hari jumat pukul 16.00 WIB kegiatan ini rutin dilakukan bersama relawan-relawan yang ikut membantu.
Team pun mengunjungi rumah-rumah bedeng yang ditinggali oleh warga. Tidak lupa juga mendoakan seorang ibu yang sementara sakit yang ada disana.

Setelah beberapa waktu kemudian, team meninggalkan lokasi dan menuju ke lokasi berikutnya yaitu perkampungan Gunung Brintik.

Meninjau Lokasi Gunung brintik dan mendoakan pak Mandon, salah satu warga yang menderita sakit

Perkampungan Gunung Brintik, sesuai namanya, merupakan perkampungan warga di bukit bergota, yang sebenarnya pada jaman dulu adalah tempat tanah pekuburan Warga. Kemudian setelah bertahun-tahun, banyak masyarakat yang tidak mempu membuat rumah-rumah tinggal di sela-sela kuburan yang sudah tidak pernah dirawat atau dikunjungi oleh pihak keluarga lagi.
Itulah sejarah singkat dari pemukiman ini.

Dan karena sebagian besar warga yang ada disana dalam kondisi ekonomi lemah, maka rata-rata mereka turun kejalan untuk mengais rejeki entah sebagai pengamen, penjual koran bahkan peminta-minta. Walaupun demikian, tidak semua warga Gunung Brintik melakukan pekerjaan seperti itu sebab disisi lain perkamupungan itu terkenal dengan perkampungan PELANGI, yang mana saat ini sudah menjadi salah satu objek wisata kota Semarang.

Di Gunung Brintik, team pun melakukan “blusukan” ke rumah-rumah warga. Termasuk ke rumah dari Bp Mandon yang menderita sakit sehingga kakinya telah diamputasi. Tidak lupa team berdoa bagi kesehatan bagi kepala rumah tangga yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa secara fisik ini.

Kunjungan pun diakhiri dengan peninjauan ke lokasi Balai RW yang ada disana yang mana rencananya, kegiatan pembinaan akan dilakukan.

Balai RW gunung brintik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: